banner 728x250

1.114 Warga Kota Tasik Menderita Katarak, Ini Tanggapan Cheka

Salah seorang penderita katarak mendalatkan pemeriksaan dari tim dokter pada kegiatan gebyar operasi katarak bagi masyarakat kurang mampu bertempat di Rumah Sakit Dewi Sartika Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, Selasa
banner 120x600
banner 468x60

Salah seorang penderita katarak mendalatkan pemeriksaan dari tim dokter pada kegiatan gebyar operasi katarak bagi masyarakat kurang mampu bertempat di Rumah Sakit Dewi Sartika Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, Selasa (07/3/2023).

KLIK PRIANGAN – Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan gebyar operasi katarak bagi masyarakat kurang mampu bertempat di Rumah Sakit Dewi Sartika Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, Selasa (07/3/2023).

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya bekerjasama dengan Rumah Sakit Cicendo Bandung dan Pepersatuan dokter ahli mata Indonesia (perdami). Sedikitnya 100 orang penderita katarak dari 10 Kecamatan se-Kota Tasikmalaya mendapat layanan pengobatan dan tindakan operasi dalam kegiatan tersebut.

“Betul hari ini kita ada gebyar operasi katarak bagi masyarakat kurang mampu. Dimana sebenarnya kegiatan seperti ini sudah rutin dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Tasik setiap tahunnya sesuai anggaran yang tersedia dari APBD,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat, Selasa (07/3/2023).

Seperti pelaksanaan sebelumnya ujar Uus, pada pelaksanaan kegiatan operasi katarak tahun ini pihaknya bekerjasama dengan pihak Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung dan Perdami. Dimana kata dia, dalam kegiatan tersebut pihaknya melakukan operasi untuk seratus orang penderita katarak.

“Tadi kita ada permintaan dari Pak PJ. Walikota agar hari ini bisa menyelesaikan penanganan penderita katarak sebanyak seratus penderita yang berasal dari 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya,” kata Uus. Sedangkan tenaga medis yang dilibatkan kata Uud yaitu dokter mata dari RS Cicendo dan Perdami lebih kurang ada sepuluh tenaga dokter.

Adapun lanjut dia, berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya saat ini ada sebanyak 1.114 penderita katarak di Kota Tasikmalaya. Dari jumlah tersebut kata dia, sesuai permintaan PJ Walikota targetnya bisa tertangani semua tahun ini.”Nanti kita dari Dinas Kesehatan akan melakukan perhitungan-perhitungan terkait pelaksanaan kedepannya,” ujarnya..

Untuk bisa mengikuti kegiatan operasi katarak gratis tersebut lanjut Uus, penderita terlebih dahulu harus sudah melakukan pemeriksaan di Puskesmas untuk dilakukan skrining dan selanjutnya diikutkan dalam daptar tunggu yang datanya ada di Dinas Kesehatan agar bisa mengikuti operasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh dinas.

Katarak sendiri jelas Uus, penyebabnya ada beberapa faktor. Selain dari usia, juga ada hal-hal ditubuhnya yang menyebabkan gangguan pada mata yang sipatnya bertahap atau tidak sekaligus.
“Biasanya ada tempo satu atau dua tahun dilakukan skrining atau pengobatan terlebih dahulu sebelum dilakukan operasi,” katanya.

Katarak juga terang Uus, bisa menyerang siapa saja atau berbagai golongan usia hanya saja mayoritas penderitanya memang usia lanjut.

Pj Wali Kota Tasikmalaya Dr. Cheka Virgowansyah.,S.STP.,M.E meninjau langsung kegiatan gebyar operasi katarak bagi masyarakat kurang mampu tersebut. Usai melakukan peninjauan, kepada wartawan Cheka mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami juga dangat berterimakasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya
kepada pihak Rumah Sakit Cicendo Bandung dan Perdami yang sudah bekerjasama melaksanakan kegiatan gebyar operasi katarak hari ini,” ujar Cheka.

Mudah-mudahan kata Cheka, kegiatan tersebut bisa terus berlanjut melihat masih banyaknya penderita katarak di Kota Tasik yang perlu ditangani. “Kalau melihat angka yang ada di Dinas jumlah kasus katarak sebanyak 1.114 kasus, dan dengan satu kali kegiatan operasi dilakukan terhadap 100 orang, maka untuk penangannya setidaknya dibutuhkan 11 kali kegiatan seperti ini dalam setahun,” ujar Cheka.

Apalagi kata Cheka, setiap tahunnya jumlah penderita katarak selalu ada penambahan kasus dengan jumlah cukup banyak. “Rata-rata penambahannya seratus kasus pertahun,” tandasnya.(P-4)***