banner 728x250

1307 Anak Yatim Piatu di Kota Tasikmalaya Mendapatkan Bantuan, Ini Besarannya!

banner 120x600
banner 468x60

Ilustrasi: Unsplash

KLIK PRIANGAN – Sebanyak 1.307 anak yatim piatu di Kota Tasikmalaya mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementrian Sosial (Kemensos) berupa bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) anak yatim, piatu dan anak yatim piatu (YAPI).

Bantuan tersebut disalurkan melalui Bank Mandiri Tasikmalaya sebanyak 383 anak dan melui Bank Negara Indonesia (BNI) Tadikmalaya sebanyak 924 anak dengan kriteria yang berhak menerima uang yakni anak berusia di bawah 18 tahun dengan status yatim, piatu atau yatim piatu yang tidak mampu.

Adapun setiap penerima, menerima bantuan dengan nominal bantuan sebesar Rp600 ribu yang diberikan secara sekaligus untuk tiga bulan dilakukannya di halaman Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Kamis (19/1/2023).

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Tasikmalaya, Maswati mengatakan, pihaknya telah menerima surat dari Kementerian Sosial (Kemensos) bahwa proposal yang diajukannya untuk membiayai bantuan sudah diakomodir dan langsung dikucurkan. “Namun, untuk awal tahun 2023 ini untuk Kota Tasik hanya dapat menerima bantuan untuk 1.307 orang yang masing-masing penerima mendapatkan uang tunai sebesar Rp600 ribu.

Lebih lanjut ujar Maswati, pengajuan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) anak yatim, piatu dan anak yatim piatu (YAPI) yang diisulkan ke Pemerintak Pusat Oleh Dinas Sosial Kota Tasik adalah untuk 3.500 orang penerima.

Hanya saja dalam realisasinya
Kata Maswati, hanya sebagian yang terakomodir, meski bantuan tersebut merupakan bantuan Kementrian Sosial dalam program bantuan tahun 2021 dan 2019.

Sementara, Officer Mandiri Area Tasikmalaya Fitra Ahmad, mengatakan, pihaknya mendapat amanah oleh Kementrian Sosial (Kemensos) dalam menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) anak yatim, piatu dan anak yatim piatu (YAPI). Penyaluran bantuan tersebut dilakukan oleh Bank Mandiri dan BNI guna membantu mempercepat pencairan langsung melalui ATM mobile.

“Guna mempercepat pencairan kita dari Bank Mandiri melakukan jemput bola kepada 383 orang penerima. Sedangkan 924 orang penerima lainnya oleh Bank BNI. Kami tidak mewajibkan penerima hadir langsung kantor karena mereka itu ada yang sedang bersekolah, mondok di pesantren atau masih di bawah umur,” ujarnya.(P-4)***