banner 728x250

Banyak Kejanggalan dan Tidak Transparan Warga Geruduk Kantor Desa Dawagung Tasikmalaya

banner 120x600
banner 468x60

Karang Taruna dan warga gelar aksi ke kantor Desa Dawagung, karena banyak kejanggalan dalam kinerja. (Malik Ibrahim/”Klik Priangan”).***

KLIK PRIANGAN – Dinilai tidak transparan dalam mengolah anggaran terlebih setiap ada proyek pembangunan infrastruktur.

Warga Desa Dawagung dan Karang Taruna  Desa Dusun Ciranngkong, Desa Dawagung, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, gerudug Desa Dawagung, Senin (8/5/2023).

Mereka menyesalkan pihak Desa yang seolah menutup-nutupi kegiatan yang sedang berjalan ataupun yang akan dikerjakan.

Dengan kondisi itu warga dan Karang Taruna tuntut transparansi keterbukaan informasi publik. Sebab selama ini tidak ada itikad baik dari pihak desa, meski sudah sering diigatkan.

Ketua aksi transparansi, Asep David mengatakan, selama ini pihak desa tidak pernah ada niatan untuk melakukan pembenahan dalam kinerja.

Terlebih saat ada pengerjaan baik itu infrastruktur maupun program-program yang menyerap anggaran.

“Kami sengaja mendatangi Desa Dawagung, karena diduga banyak kejanggalan di Desa kami. Ya aksi ini mungkin karena kekesalan warga tidak digubris meski sudah sering diingatkan,” usai audensi di Aula Desa Dawagung, Senin (8/5/2023).

Ia menyebut, tidak transparannya pihak desa ini terlihat dari mulai papan informasi proyek tidak ada.  Bahka jika pun ada, setelah pekerjaan selesai papan informasi proyek baru di pasang.

“Kami sebagai masyarakat tidak bisa tinggal diam saja, kami selalu mengawasi setiap pekerjaan yang ada di desa. Baik pekerjaan itu sumber dananys dari aspirasi, Dana Desa dan anggaran yang lainnya,” katanya.

“Begitu banyak nya permasalahan di desa Dwagung. Kalau memang mau dibongkar banyak bukti-bukti yang kami punya,” sambung dia.

Lanjut David, untuk kedepannya kalau memang tidak ada perubahan. Warga siap melakukan aksi lebih besar dan membongkar kebobrokan pemerintah desa.

“Terpaksa segala kebobrokannya kami bongkar, karena memang selama ini belum tersentuh oleh hukum walaupun unsurnya sudah ada,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua BPD Endang Supriatna mengaku, jika setiap ada pengerjaan papan informasi selalu dipasang.

Sebab itu mengenai dana atau anggaran yang digunakan sehingga masyarakat umum perlu tahu.

“Mengenai papan informasi proyek, itu  selalu ada, hanya saja selalu disimpan atau dipasang di tengah bukan bibir jalan,” ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Dawagung Makmur mengaku, pihaknya masih banyak kekurangan dalam menjalankan kinerjanya. Hal ini perlu ada masukan dari berbagai elemen terutama warga dan Karang Taruna.

“Sebab, dengan banyak masukan percepatan pembangunan akan terwujud. Selain tentunya peningkatan SDM,” katanya.

Selain itu, Makmur mengatakan, untuk kedepannya pihak desa akan memperbaki dan siap melakukan musyawarah untuk setiap penyekenggaraan program desa,” ungkapnya.

Menyikapi adanya keresahan warga mengenai kinderja Desa Dawagung Camat Rajapolah Asep Suhendar mengatakan, bahwa keinginan masyarakat mengenai transparansi, ini sebagai bentuk kecintaan warga masyarakat, terkait bagaimana memajukan desa.

“Demokrasi seperti ini adalah masukan yang baik dalam rangka mungkin untuk kemajuan,” katanya.(P-2).***