banner 728x250

Jelang Pilkada Kota Tasikmalaya, Gerindra dan PKS Saling Menggoda

banner 120x600
banner 468x60

KLIK PRIANGAN- Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tasikmalaya pada 24 November 2024. Semua parpol terus melakukan komunikasi politik untuk menyamakan visi dan misi dalam upaya merebut kursi Wali Kota dan Wakilnya.

Seperti halnya Partai Gerindra, walaupun parpol tersebut telah memiliki tiket untuk mengusung pasangan kandidat balon Wali Kota, namun tetap saja membuka ruang berkoalisi terhadap parpol lain.

Dan saat ini, PKS tengah digoda Partai Gerindra untuk bergabung dengan poros Mandalawangi, bahkan bisa saja kader PKS menjadi mendamping kandidat balon Wali Kota dari Gerindra.

Ketua DPC Partai Gerindra, Aslim pun tidak menampik terkait bakal calon pendamping Viman Alfarizi bisa saja dari kader PKS.”bisa saja, masih sangat dinamis,” ungkapnya, Kamis 21 Maret 2024.

Aslim melanjutkan, Gerindra terus melakukan komunikasi politik dengan semua parpol, karena dia meyakini semua partai sama-sama ingin membangun Kota Tasikmalaya lebih maju.

Ketika disinggung apakah Gerindra dengan PKS sudah melakukan pertemuan, Aslim pun menjawab bahwa hal tersebut sudah dilakukan kedua belah pihak.

“Oh sudah (pertemuan Gerindra-PKS), masih sangat dinamis dengan semua partai,” jelas Aslim.

Partai Gerindra Kota Tasikmalaya sudah menyatakan final untuk memajukan kadernya yaitu Viman Alfarizi sebagai kandidat balon Wali Kota. Sementara PKS merekomendasikan dua nama untuk maju di Pilkada diantaranya ada Yadi Mulyadi dan Dede Muharam.

Sebelumnya, Sekretaris DPD PKS Kota Tasikmalaya, Agus Sugiarto mengatakan partainya bisa saja membuat poros baru jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tasikmalaya 2024.

“Sangat mungkin (PKS) membuat poros baru di luar poros yang ada, termasuk dengan PKB kami juga masih berkomunikasi,” ungkap Agus Sugiarto melalui WhatsApp, Rabu 20 Maret 2024.

Namun, lanjut Agus, sampai saat ini masih membangun komunikasi dengan semua partai politik di Kota Tasikmalaya dan dirinya optimis masih ada banyak peluang bagi kadernya maju di Pilkada 2024.

“Dengan Gerindra, PPP masih berkomunikasi, termasuk dengan Golkar. Hasil koalisi Golkar-PAN baru menyebut nama calon wali kota saja, jadi belum ada nama calon wakilnya,” jelasnya.

Agus menyampaikan bahwa masih ada kemungkinan juga koalisi tersebut (Golkar-PAN) mengambil calon wakil Wali Kota dari PKS.

“Koalisi Golkar-PAN hanya menegaskan sudah ada dua kandidat bakal calon Wali Kota yang sudah memenuhi syarat minimal kursi, yaitu Gerindra dengan Viman Alfarizi sementara Golkar-PAN dengan Pak Yusuf,” tuturnya.

Agus juga menegaskan dengan para pengamat dan tokoh yang berharap hadirnya poros baru di Pilkada Kota Tasikmalaya. Hal tersebut sangat mungkin juga PKS membentuk poros baru.

“Sebetulnya semakin banyak kandidat calon (Wali Kota-Wawalkot) semakin bagus untuk demokrasi dan semakin banyak pilihan untuk rakyat memilih yang terbaik,” ucap Agus Sugiarto.

Pada prinsipnya, Agus menambahkan, PKS sedang memperjuangkan amanat Musyawarah Daerah (Musda) untuk memajukan salah satu kadernya sebagai calon Wali Kota maupun calon Wakil Wali Kota.

“Dengan PKS meraih lima kursi di pemilu legislatif untuk DPRD Kota Tasikmalaya tentu harus melakukan koalisi dengan parpol lainnya,” tegasnya.

Agus melanjutkan koalisi tersebut bisa dengan poros mana saja yang memiliki kesamaan visi dan misi untuk membangun Kota Tasikmalaya lebih baik lagi.”Syaratnya harus seperti demikian,” pungkasnya.*