banner 728x250

Jika Mengganggu Pekerjaan, Pj Walikota Tasikmalaya Akan Tunjuk Plh Bappelitbangda

Suasana di depan Pemkot Tasikmalaya nampak sepi setelah adanya kejadian Kepala Bappelitbangda tersandung narkoba. (Malik Ibrahim/"Klik Priangan")***
banner 120x600
banner 468x60

Suasana di depan Pemkot Tasikmalaya nampak sepi setelah adanya kejadian Kepala Bappelitbangda tersandung narkoba. (Malik Ibrahim/”Klik Priangan”)***

KLIK PRIANGAN – Terkait dengan mencuatnya kasus penangkapan Kepala Bappelitbangda Kota Tasikmalaya oleh Polda Jabar. Dimana pejabat teras itu setelah hasil pemeriksaan positif sabu.

Pj Walikota Tasikmalaya, Cheka Virgowansyah mengatakan pihaknya, masih menunggu hasil dari pemeriksaan polisi. Ia menyebut, pihaknya baru mengetahui kasus itu pada tadi malam. Sampai saat ini masih menunggu hasil proses hukum. Sehingga tidak menduga-duga.

“Masih menunggu hasil kepastiannya, mari kita hormati proses hukumnya,” ungkap Cheka saat dimintai keterangan di halaman Balai Kota Tasikmalaya, Jumat (17/3/2023).

Selain itu, sampai saat ini pihaknya masih menunggu kejelasan pemeriksaan polisi. Ia menyebut jika pada perjalanan pemeriksaan atau proses hukum ini mengganggu pekerjaanya. Maka pihaknya akan segera melakukan penunjukan pejabat pelaksana harian (Plh) Bappelitbangda.
“Jika nanti terbukti dan pekerjaannya terganggu. Kita akan tunjuk pelaksana harian. Sehingga kegiatan atau kinerja Bappelitbangda tetap berjalan,” katanya.

Sementara mengenai sanksi terhadap AA yang notabene adalah sebagai ASN yang tersandung kasus narkoba, ia mengungkapkan, pihaknya akan tetap menghormati prosedur hukum yang berlaku.

Pihaknya akan tetap menunggu hasil dari pemeriksaan dan proses hukum terlebih dahulu. Akan tetapi, sudah jelas bahwa AA sebagai ASN akan ditindak sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 94 tahun 2021 tentang disiplin PNS.

“Saya harus melalukan pendalaman dulu terkait atauran kepegawaianya. Dimana dalam aturan ada sanksi ringan, sanksi sedang dan sanksi berat. Nah untuk kasus ini masuk dalam katagori sanksi mana,” katanya.

Cheka menambahk, atas peristiwa ini agar menjadi pelajaran bagi semua ASN terutama di lingkup Pemkot Tasikmalaya. Agar tidak terjebak dalam lingkaran kasus peredaran dan penggunaan narkoba.

“Ini harus menjadi hikmah, tidak ada untungnya bagi ASN, jauhi narkoba dan kita fokus kerja. Ada 7.000 pegawai di Pemkot Tasikmalaya jangan sampai terjerumus narkoba,” pungkasnya. (P-2).***