banner 728x250

Kasus DBD Meningkat Dalam 3 Bulan Terakhir

banner 120x600
banner 468x60

KLIK PRIANGAN-Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tasikmalaya meningkat dalam tiga bulan terakhir. Bahkan satu diantaranya dilaporkan meninggal dunia. Kondisi ini pun harus segera disikapi, agar penyebaran kasusnya mampu dihentikan.

Kabid Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Iyen Nuryani mengatakan, data yang masuk dari setiap puskemas bahwa kasus DBD di Kabupaten Tasikmalaya selama 3 bulan ini mengalami peningkatan. Dimana pada bulan Januari terdapat 60 kasus, bulan Februari 50 kasus.

“Sementara di untuk bulan Maret ini, kita terima laporan ada tiga kasus DBD dirawat di puskesmas,” jelasnya, saat ditemui di kantornya Kamis (14/3/2024).

Ia menjelaskan, selama periode Januari hingga Maret ini total sudah ada 113 kasus untuk keseluruhan diantaranya satu kasus meninggal dunia. Dimana warga yang meninggal dunia merupakan warga Rajapolah.

“Itu karena saat sakit akibat DBD ada penurunan suhu badan, sehingga dianggap sembuh. Padahal itu awal mulanya ada penurunan trombosit,” jelas Iyen.

Dari penelusuran 113 jumlah kasus tersebut, kata Iyen umumnya bisa tertangani, bahkan sebuh kembali. Terkecuali untuk satu kasus yang meninggal dunia. Ia mengatakan, untuk penanganan kasus tersebut dilakukan di setiap puskemas di 39 kecamatan.

“Kita hanya sebagai tata laksnakan pengawasan bila ada suspek, akan melakukan penaganan pencegah,” katanya.

Menurut dia, satu kasus kematian tersebut karena masyarakat tidak mengetahui, ketika trombosit pasien sudah turun baru mendapatkan perawatan di puskemas. Lalu dirujuk ke RS Hermina namun tidak tertolong lagi.

Ia pun menjelaskan, memang untuk penemuan kasus DBD saat ini berada di daerah perkotaan, seperti saat ini di Manonjaya dan Cineam. (Aris Mohamad Fitrian)**
[04.03, 14/3/2024] Aris MF: Identitas Mayat Perempuan Memutih di Muara Cidadap Masih Misteri

MANGUNREJA, (KP).-

Identitas mayat perempuan yang ditemukan mengambang diantara tumpukan sampah di muara Sungai Ciwulan, blok Cargo Desa Cidadap Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya hingga kini belum teridentifikasi.

Hingga Kamis 14 Maret 2024, Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya belum bisa menemukan identitas mayat perempuan tersebut. Terlebih mayar tersebut susah dikenali dan tidak ada ciri lain yang identik.

“Untuk identitasnya belum diketahui. Dan sampai dengan saat ini masih dilakukan pencarian identitas,” jelas Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, Kamis (14/3/2023).

Dikatakan dia, pihaknya masih terus mencari identitas mayat wanita yang mengambang di Muara Sungai Ciwulan Tasikmalaya tersebut.

Saat ditemukan di muara sungai Ciwulan Cidadap Karangnunggal, mayat perempuan itu selain tidak mengenakan pakaian. Kondisi mayat perempuan itu pun sudah memasuki tahap pembusukan. Kuku mayat sudah hilang. Gigi bagian atas tidak utuh lagi.

Adapun ciri-ciri mayat perempuan yang mengambang di Muara Sungai Ciwulan itu antara lain; mayat perempuan tersebut tinggi badan kurang lebih 155 senti meter dan diperkirakan berusia 60 tahun. Saat ditemukan rambut mayat Perempuan itu tidak utuh lagi (hampir bersih). Termasuk sebagian jari kaki tidak utuh.

“Saat diperiksa secara medis tidak ditemukan bekas tanda-tanda kekerasan pada tubuh mayat,” tambah Ridwan.

Ridwan menjelaskan beberapa hambatan mengungkap identitas mayat perempuan yang mengambang di Muara Sungai Ciwulan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya itu. Diantaranya, kondisi kulit telapak tangan dan jari mayat sudah mengelupas. Sehingga sidik jari korban tidak bisa diangkat.

“Sidik jarinya sudah rusak karena pembusukan, makanya identitas masih belum terungkap,” kata dia.

Ridwan pun mengimbau jika warga di wilayah Karangnunggal ada yang merasa kehilangan anggota kelurganya bisa menghubungi pihak kepolisian.

“Bila ada yang merasa kehilangan anggota keluarganya segera meberikan informasi kepada kami,” imabu dia.

Sebelumnya, warga sekitar Muara Sungai Ciwulan, blok Cargo Desa Cidadap Kecamatan Karangnunggal Tasikmalaya digegerkan dengan penemuan mayat perempuan tanpa identitas yang telah mulai membusuk putih. Mayat tersebut ditemukan oleh warga pada pukul 10.00 pagi, Rabu 13 Maret 2024.

Mayat Perempuan itu ditemukan warga yang hendak berangkat ke kebun. Saat itu warga melihat diduga ada benda mirip sesosok mayat telungkup terapung-apung di tumpukan sampah ranting ketika situasi laut pasang. (Aris Mohamad Fitrian)