banner 728x250

Panen Perdana Budidaya Maggot Kodim 0612 Tasikmalaya Bersama Forkopimda

Panen perdana budidaya maggot di wilayah Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya binaan Kodim 0612 Tasikmalaya.
banner 120x600
banner 468x60

KLIK PRIANGAN – Warga Kelurahan Ciherang diajak menyaksikan panen perdana budidaya maggot di wilayah Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Kamis 13 Januari 2023.

Pj Walikota Tasikmalaya Dr. Cheka virgowansyah mengatakan, panen perdana ini sebagai salah satu demplot yang menjadi percontohan bagi warga lainya di Kota Tasikmalaya, untuk terjun membudidaya maggot.

“Pada hari ini akan ditambah 100 titik baru untuk memperluas budidaya maggot. Hal ini untuk menekan volume sampah juga masyarakat bisa dan mendaptkan nilai ekonomi,” katanya.

Ia menyebut, dengan diperluas titik pembudidaya maggot, maka akan ada penyerapan sampah hingga bisa mengurangi pembuangan ke TPA.

“Akan ada laporan secara berakala terkait sampah yang diserap di Kota Tasikmalaya. Berdasar pada peternak maggot pada hari ini jam sekian sampah sudah diserap untuk pakan,” katanya.

“Yang jelas, bagi peternak maggot jangan khawatir maggot siap panen sudah siap dibeli dengan harga Rp6 ribu rupiah per kilogram,” sambungnya.

Ditambahkan Cheka, tergantung pakannya semakin banyak pakan yang dibutuhkan semakin banyak juga hasil panen maggot yang diperoleh.

“Kita juga sudah menyiapkan dukungan pakan di TPS yang sudah dibuat dalam bentuk bubuk. Sehingga nanti masyarakat tinggal ambil untuk memberi makan pada maggotnya di masing-masing perumahan atau kelompok-kelompok,” ujarnya.

Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol Raden Henra H didampingi Kasdim 0612 Tasikmalaya Mayor inf Deny Zaenal Muttaqin mengatakan, panen perdana maggot di Kecamatan Cibeureum ini cukup banyak. Untuk harga sendiri sudah ditentukan sesuai setandar harga di pasaran.

“Kesepakatan dari Walikota, kami membeli maggot warga dengan harga Rp6 ribu per kilogram. Memang termasuk tinggi biasanya standar harga Rp4 sampai Rp5 ribu rupiah per kilogram,” katanya.

“Untuk Kodim Tasikmalaya ini, maka kita buat modifikasi dari harga segitu, nanti kita keringkan dahulu setelah kering nanti menjadi penjualan maggot kering yang nantinya lebih menguntungkan. Namun apabila dijual maggot segar lagi, kita tidak mendapatkan untungnya untuk koperasi Kodim Tasikmalaya,” tambahnya.

Sementara ini, lanjut Deny, saat ini masih 50 titik pembudidaya maggot di Cibeureum ini. “Mungkin kedepan akan di siapkan menjadi 100 titik kata pak wali, nanti di 100 titik juga kita akan ambil hasil maggotnya,” katanya.

Manfaat dari maggot itu sendiri, tambah Deny, yaitu dibuat pakan ikan hias, nila, lele unggas dan juga bisa dijadikan campuran pakan ternak lainya.

Sementara panen perdana maggot di Kecamatan cibereum turut hadir dalam kegiatan Forkopimda, Danbrigif 13/1/Kostrad Kolonel Inf Jimmy TP Sitinjak, Danlanud Wiriadinata Letkol Pnb Adi Putra Buana dan Kapolresta AKBP Azshari Kurniawan serta masyarakat Kelurahan Ciherang Kecamatan Cibereum Kota Tasikmalaya. (P-2)***