banner 728x250

Pasca Gempa di Pangandaran Disertai Pancaroba di Laut Legokjawa, Puluhan Perahu Nelayan Tersingkiran

banner 120x600
banner 468x60

KLIK PRIANGAN – Pasca gempa bumi di wilayah Kabupaten Pangandaran berkekuatan 4,2 magnitudo pada tanggal 15 Maret 2024 pukul 10:37:38 WIB dibarengi pancaroba atau perubahan cuaca di pantai Legokjawa.

Pantauan Kabar Priangan di Blok TPI Pantai Legokjawa, Kecamatan Cimerak, terlihat ombak besar akibat pancaroba sehingga banyak perahu nelayan yang tersingkirkan.

Salah seorang warga Legokjawa Sutisna disapa Utis mengatakan, kejadian pancaroba itu terjadi satu tahun sekali.

“Kalau pancaroba sekarang itu masih terbilang mending dibandingkan tahun lalu,” kata Utis saat diwawancarai Kabar Priangan di pantai Pacuan Kuda Legokjawa, Jumat 15 Maret 2024.

Utis menambahkan, kalau sekarang itu pancaroba hanya menyingkirkan perahu saja. Kalau dulu sampai banyak perahu nelayan yang terbalik akibat dihantam ombak besar.

“Untuk ombak hanya sampai ke tangga penahan ombak saja. Dulu pernah naik ke jalan,” tuturnya.

Selanjutnya, kata Utis, dengan terjadinya pancaroba ini pasir laut akan tersingkir menutupi muara sehingga air laut tersendat.

“Banyak sekali dampak dari pancaroba, salah satunya air laut masuk ke dalam sawah sehingga banyak petani yang gagal panen,” katanya.

Kemudian, air laut masuk ke sawah karena sungai tidak kuat lagi menahan air laut akibat tersendat atau tertutup pasir yang menumpuk sehingga airnya itu tidak balik ke laut.

“Salah satunya kita harus menggali pasir laut yang menutupi aliran antara laut dan sungai,” ujarnya. (Kiki Masduki)*