banner 728x250

Pedagang Pasar Resah Peredaran Uang Palsu, Jadi Korban Pelaku Belanja Sembako

banner 120x600
banner 468x60

KLIK PRIANGAN-Para pedagang di pasar tradisional Singaparna Kabupaten Tasikmalaya dibuat resah dengan peredaran uang palsu. Pasalnya uang palsu tersebut dipakai berbelanja sembako di pasar Singaparna hingga pedagang pun menjadi korbannya.

Salah seorang pedagang beras, Cucu Sunarya (50) jadi salah seorang korban. Dimana ia mendapati uang palsu pecahan Rp 100.000 yang dipakai berbelanja di kiosnya, Jumat (22/3/2024). Bahkan berdasarkan informasi lapangan dari warga pasar, selama sepekan ini sudah lebih dari 5 orang pedagang yang menjadi korban penipuan uang palsu.

“Jadi sepertinya dibelanjakannya itu saat pembeli ramai dengan membayar menggunakan uang palsu, sehingga saya tidak sempat mengecek,” kata Cucu Sunarya (50) pemilik kios beras.

Cucu menjelaskan bahwa dia baru sadar setelah akan menghitung uang hasil penjualan, karena saat itu banyak pembeli yang membeli beras di kiosnya itu.

Dia pun tidak mengetahui siapa yang melakukan pembelian beras menggunakan uang palsu tersebut. Karena menurutnya konsumen yang datang ke kios berasnya banyak. Sehingga tidak sempat memperhatikan satu persatu wajah dari para konsumennya.

“Saya tidak tahu karena banyak makanya saat itu uang pembelian dari pelanggan langsung saya masukan ke kantong,” kata dia.

Cucu menceritakan dari sejak mulai buka pukul 5.30 WIB pagi sudah banyak pembeli beras ke kiosnya Namun sekitar pukul 09.00 WIB, saat mau mentransfer di salah satu bank, dari jumlah total Rp 8 juta ternyata ada satu lembar yang terdeteksi bahwa itu uang palsu.

“Itu baru saya mengetahuinya, pas sedang di bank mau memasukan uang ke rekening,” kata dia.

Saat ini ia pun tidak bisa berbuat banyak, karena tidak mengetahui secara pasti, siapa yang melakukan pembayaran dengan menggunakan uang palsu tersebut.

Masalah uang palsu juga dialami Wati, penjual ikan pindang. Seminggu lalu, dirinya pun mendapati uang palsu dari pembelinya. Dirinya pun bernasib sama, tidak mengetahui siapa yang membeli dagangannya mempergunakan uang palsu.

“Saya mah seminggu yang lalu, seratus ribu palsu. Bagi pedagang kecil kaya saya, itu sangat memukul,” kata dia. (Aris Mohamad Fitrian)*