banner 728x250

PPP dan Demokrat Siap Cetak Hattrick

banner 120x600
banner 468x60

KLIK PRIANGAN – Dinamika politik menjelang Pilkada 2024 di kota santri semakin berdenyut kencang. Setelah Golkar dan PAN resmi berkoalisi dan memutuskan H.M Yusuf sebagai bakal calon walikotanya, pada Kamis 21 Maret 2024, giliran PPP dan Partai Demokrat menjalin kesepakatan untuk bekerja sama.

Nota kerja sama itu ditandatangani langsung Ketua DPC PPP H.Jani Wijaya dan Ketua DPC Demokrat H.Anang Safaat
di Hotel Santika. Kedua pihak sepakat untuk bekerja sama dalam meraih sukses pada kontestasi politik tersebut.

Dengan kekuatan 10 kursi di DPRD yang meliputi tujuh orang dari PPP dan Tiga dari Demokrat, perahu koalisi itu sudah cukup untuk mengantarkan kandidat yang akan mereka usung. Hanya dalam kegiatan, ke dua pihak belum mengumumkan nama bakal calon walikota dan wakil walikota yang akan mereka usung.

Hanya mereka menyepakati jika posisi calon walikota menjadi “jatah’ kader dari PPP dan wakil walikotanya berasal dari Demokrat.Untuk nama kandidat yang akan diusung nanti akan dirumuskan, dibahas, dikaji dan ditentukan oleh tim koalisi secara bersama-sama.

“Yang pasti kita berkomitmen bersama untuk bekerja sama untuk memenangkan Pilkada 2024 nanti,” kata H.Jani maupun H.Anang H. Safaat. Tampak acara turut dihadiri walikota Tasikmalaya ke tiga yang juga Ketua Majlis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan H.Budi Budiman.

Kerja sama itu sendiri terjalin setelah ke dua tim koalisi dari ke dua partai intens menjajagi kerja sama itu. Dalam perjalanan itu, mereka pun sepakat berkoalisi atas dasar adanya kesepahaman maupun kesetaraan guna mendorong kemajuan kota Tasikmalaya ke depan.

Kerja sama ke dua partai dalam Pilkada di kota santri juga sempat terjalin pada Pilkada 2007 dengan mengusung Budi Budiman yang saat itu masih menjabat Bendahara DPC PPP berduet dengan Ketua DPC Demokrat H.Wahyu Sumawijaya.

Pada saat itu, koalisi itu belum beruntung. Tak menyerah dengan kegagalan pertama, PPP dan Demokrat kembali berkoalisi di Pilkada 2012 dengan mengusung Budi Budiman dan Dede Sudrajat dan meraih sukses.

Koalisi itu sempat terpisah di Pilkada 2017, dimana Demokrat memilih bergabung dengan Gerindra, PAN untuk mengusung duet Dede Sudrajat dan dr Asep Hidayat. Kini setelah terpisah lima tahun, jalinan emosional itu kembali dirajut kembali untuk meraih kemenangan dalam Pilkada 2024 mendatang.

Sementara Budi Budiman bersyukur dengan adanya langkah maju dari Tim koalisi itu. Yang penting saat itu, PPP dan Demokrat sudah punya perahu untuk berlayar dalam lautan Pilkada. “Mudah-mudahan-mudahan mendapat safaat dan PPP cetak Hattrick unggul tiga kali dalam Pilkada,” kata Budi.(Irman Sukmana)