banner 728x250

Rekayasa Lalulintas Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2023, Mulai Dilakukan Polres Tasikmalaya

Kawasan Alun-alun Singaparna Kab. Tasikmalaya kerap terjadi kemacetan. Upaya rekayasa arus Lalin dijalankan selama mudik lebaran. (Malik Ibrahim/"Klik Priangan").***
banner 120x600
banner 468x60

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya AKP Abdhi Hendriyatna saat memberikan penjelasan upaya rekayasa arus Lalin selama mudik lebaran. (Malik Ibrahim/”Klik Priangan”).***

KLIK PRIANGAN – Kawasan seputaran Alun-alun Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, kerap macet. Terlebih disaat mudik lebaran, dimana kawasan itu merupakan pusat Kota Kabupaten.

Untuk itu, guna menghindari kemacetan, persiapan menyambut mudik 2023 terus dilakukan. Salah satunya dengan membuat rekayasa lalu lintas.

Lonjakan kendaraan pasti terjadi sehingga hampir disetiap daerah mulai melakukan rekayasa termasuk Polres Tasikmalaya akan melaksanakan rekayasa lalulintas di Pusat Kota Singaparna selama arus mudik dan balik lebaran 2023 ini.

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya, AKP Abdhi Hendriyatna mengatakan, dalam upaya antisipasi terjadinya kemacetan selama arus mudik dan balik di Pusat Kota Kabupaten Tasikmalaya.

Lebih tepatnya di seputaran Alun-Alun Singaparna, kepolisian akan melaksanakan Cara Bertindak (CB) dengan pengalihan-pengalihan arus lalulintas. Baik dari simpang tiga kudang atau Jalan doser. Maupun di jalur Masjid Agung Singaparna juga di kawasan Pasar.

“Bila memang terjadi kepadatan kendaraan. Tentu rekayasa itu akan kita laksanakan,” katanya saat di hubungi melalui sambungan telepon, Senin (10/4/2023).

Ia menyebut, berkaitan dengan berbagai hal yang akan menjadi potensi kemacetan dipusat kota, seperti delman, becak,  PKL, angkutan yang berpotensi menyebabkan kemacetan.

Juga berpotensi akan terjadi kepadatan di wilayah Singaparna, khususnya alun-alun akan diberikan sosialisasi, baik yang berlokasi di alun-alun maupun di lokasi jalan yang dilakukan rekayasa lalulintas.

“Karena dikhawatirkan akan menjadi penyebab kemacetan itu merupakan kebijakannya ada dari Pemerintah Daerah,” katanya.

Itu, kata Abdhi, pihaknya akan alokasikan. Sehingga tidak menggangu kelancaran arus saat mudik dan balik lebaran nanti

“Itu kebijakannya ada di pemerintah daerah, sementara bila tidak seperti itu (dilarang beroperasi, Red) akan diberikan sosialisasi dan di alokasikan agar tidak menggangu jalur utama arus mudik lebaran,” jelas Abdhi.

Sementara, seperti tahun sebelumnya bahwa andong atau delman tidak boleh beroperasi selama arus mudik lebaran nanti.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Lalulintas Dishubkominfo Ruslan Munawar mengatakan, bahwa berkaitan rencana pemetaan di pusat kota (Alun-alun Singaparna)  untuk antisipasi kemacetan, belum ada rencana apapun.

“Saat ini belum ada rencana apapun, bahkan baru akan ada rapat berkaitan rencana itu,” katanya singkat. (P-2).***