banner 728x250

Strategi dalam Sepakbola Memiliki Banyak Kesamaan dengan Kontestasi Politik

banner 120x600
banner 468x60

KLIK PRIANGAN – Nasionalisme masyarakat dan pecinta olahraga sepak bola di kota santri terhadap timnas Indonesia yang tengah berjuang merebut tiket tampil di Olimpiade 2024 Paris rupanya tidak kaleng-kaleng.

Mereka masing-masing meluangkan waktu untuk menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan semifinal piala Asia U-23 yang mempertemukan Timnas Indonesia dengan negara pecahan Uni Soviet yakni Uzbekistan.

Selain di Balekota Tasikmalaya, sejumlah kelompok masyarakat atau komunitas pun banyak berinisiatif menggelar nobar. Begitu pun komunitas sahabat haji Wahid (sajiwa) bersama PSSI dan PCNU kota Tasikmalaya yang menggelar nobar di halaman Kantor PCNU jalan Dokter Soekarjo pada Senin 29 April 2024 malam.rr

Tak hanya warga nahdlyin, sejumlah warga dari berbagai pelosok juga banyak yang datang pada acara itu. Malah, Heni salah seorang gadis asal Singkup Purbaratu Kota Tasikmalaya tampak ikut menyaksikan aksi Arhan dkk berjibaku dalam menjaga Marwah bendera merah putih.

“Saya kebetulan sedang ngemit (menunggu makanya yang tengah dirawat di rumah sakit). Karena inget ada jadwal Timnas saya hunting cari tempat nobar dan Alhamdulillah bisa menyaksikannya di Dokar ini,” kata dia.

Dia merasa bangga terhadap timnas setelah tim racikan pelatih Shin Tae-Yong itu sukses melangkah ke babak semifinal dengan catatan apik dan bisa melibas tim kuat seperti Australia hingga jagoan Asia Korea Selatan. Meski akhirnya harus takluk 0-2 di semifinal, mereka pun mengaku tetap acungi jempol untuk kerja keras, mentalitas dan daya juang seluruh tim.

Sebelum kickoff dimulai, digelar semacam ralkshow yang menghadirkan Ketua PSSI Kota Tasikmalaya H.Wahid S.Pd. Dipandu host Jani Noor dari Sekolah Tinggi Hukum Galunggung (STHG), Wahid yang juga Ketua DPC PKB mengungkapkan nilai-nilai positif yang banyak ditemui dalam olah raga paling populer di kolong langit tersebut.

Wahid juga berharap agar talenta muda sepakbola di Kota Tasikmalaya terus mengasah kemampuannya agar jadi mutiara atau pemain handal di kemudian hari

Sementara saat ditanya host Jani Noor terkait sepakbola dan Politik, Wahid yang juga Wakil Ketua Komisi 3 DPRD itu tetap bahwa keduanya sama-sama memiliki banyak nilai positif dimana ada banyak peran di dalamnya. Artinya, orang yang mau meraih tujuan tentu harus menggunakan strategi serta memahami dan mengikuti arahan sang pelatih.

“Di sepakbola ada peran striker, bek kiper, pelatih hingga BB Bobotoh. Begitupun di kontestasi politik. Nah agar meraih goal atau tujuan, tentu semua pemeran harus bisa mengerjakan tugasnya masing-masing dan jangan sampai ada penonton ikut najong wasit, Komo najong penonton tim lain, bisa riweuh atuh,” katanya berkelakar.* (Irman Sukmana)