banner 728x250
Opini  

Gembleng Siswa Agar Berkepribadian Islami, SDIT Insantama Banjar Gelar Sanlat Ramadan

banner 120x600
banner 468x60

PENANGGUNG Jawab Sanlat Ramadan 1444 H, Ust. Dadan Ramdani tengah memberikan materi sanlat kepada para peserta yang terdiri dari siswa/i Kelas I-VI SDIT Insantama Kota Banjar.*

KLIK PRIANGAN – Mengisi dan menyemarakkan bulan Ramadan ini, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insantama Kota Banjar menggelar kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) di madrasah dan lingkungan sekolah tersebut.

Kegiatan Sanlat yang berlangsung mulai tanggal 3-6 April 2023 itu dibuka oleh Ketua Pelaksana Sanlat, Ust. Dadan Ramdani, SPd, dengan dihadiri oleh kepala sekolah Lukman Hakim, S.S dan para guru, Senin, 3 April 2023.

Penanggung jawab Sanlat yang juga Ketua Pelaksana, Dadan Ramdani menjelaskan, para peserta Sanlat terdiri dari para siswa Kelas I hingga Kelas VI SDIT Insantama. Artinya, semua murid sekolah tersebut diwajibkan untuk mengikuti Sanlat.

Selama mengikuti Sanlat dengan tema “Menguatkan Para Juara Berkepribadian Islam dan Adab Mulia” itu, para peserta mendapatkan sejumlah materi pengajaran terdiri dari Qiroati dan Tilawah Quran, Adab, materi Baligh dan konsekwensi syariahnya, Fiqih Saum serta aksi sosial berupa bansos dan berbagi takjil.

“Acara yang berlangsung sekira 4 hari dari tanggal 3 sampai 6 April 2023 ini kita kuatkan para juara memiliki kepribadian Islam yang menjadi harapan besar pesantren Ramadan Insantama kali ini,” ujar Dadan, usai pembukaan Sanlat, Senin, 03 April 2023.

Lebih lanjut dia mengatakan, kepribadian Islam wajib dimiliki oleh seluruh peserta Sanlat. Di antaranya pola sikap dan pola pikir islami yang seimbang.

Ia menambahkan bahwa pola pikir islami harus diberikan sejak dini, di antaranya memberikan informasi-informasi Islami ke dalam benak anak-anak terutama tentang akidah.

“Ibarat tubuh, kita berikan asupan terbaik sejak dini,” tegasnya.

Menurutnya, pola sikap anak-anak pun perlu dibangun secara islami agar seimbang. Seperti, menanamkan perasaan terhadap yang wajib, sunah, makruh, mubah dan haram dan bagaimana harusnya kita bersikap terhadapnya.

“Tetap sehat, tetap semangat tetap taat. Mudah-mudahan Ramadan ini puasanya tamat, Allahu Akbar, yes..,” pungkasnya menutup sesi pembukaan. (P-8)***