banner 728x250
Opini  

Pentingnya Kunjungan Rumah (Home Pharmacy Care) oleh Apoteker pada Pasien Skizofrenia

banner 120x600
banner 468x60


Pentingnya Kunjungan Rumah (Home Pharmacy Care) oleh Apoteker untuk Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Skizofrenia di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawalu

Oleh: apt. Listya Permatasari, S. Farm

Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kawalu ada sekitar 82 Penderita ODGJ yang saat ini berada dalam pendampingan Puskesmas, 56 orang diantaranya mederita penyakit Skizofrenia atau sekitar 68% dari total pasien ODGJ.

Peran serta Apoteker diperlukan dalam memberikan edukasi kepada pasien ODGJ dan keluarganya mengenai betapa pentingnya kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia, karena tidak ada batas waktu bagi penderita ODGJ untuk minum obat artinya obat tersebut harus diminum seumur hidup, karena jika sampai terputus obatnya pasien ODGJ tersebut bisa kembali ke kondisi awalnya.

Skizofrenia merupakan gangguan psikiatri yang kompleks ditandai dengan gangguan kognitif, emosi, persepsi, berpikir dan berprilaku.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 menyatakan bahwa data prevalensi penderita gangguan mental emosional pada usia ≥ 15 tahun sebanyak 9,8% dari jumlah penduduk dan data orang dengan skizofrenia adalah 1,8 per 1000 penduduk.

Dari jumlah penderita tersebut sebanyak 52,1% tidak rutin minum obat. Dari data tersebut penyebab tidak rutin minum obat karena berbagai faktor di antaranya karena pasien merasa sudah sehat, tidak tahan efek samping, lupa minum obat, obat tidak tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan dan lain-lain.

Apoteker dapat berkolaborasi dengan tenaga Kesehatan lainnya dalam membantu meningkatkan kepatuhan minum obat dan meningkatkan outcome terapi pasien gangguan jiwa dengan melaksanakan pelayanan farmasi klinik salah satunya adalah kunjungan rumah atau home pharmacy care.

Masalah kesehatan jiwa memang tampak tidak menyebabkan kematian secara langsung, tetapi masalah itu akan mengakibatkan penderitaan yang berkepanjangan, baik bagi penderita, keluarga dan masyarakat.

Saat ini orang dengan gangguan jiwa masih banyak menerima stigma negatif dari masyarakat walaupun pada dasarnya gangguan kejiwaan dapat ditangani seperti penyakit lainnya, salah satunya dengan menggunakan obat-obatan.

Keberhasilan terapi ini dipengaruhi oleh jenis obat, pengetahuan keluarga serta peran serta pasien dalam pengobatan, yaitu kepatuhan penderita dalam pengobatan skizofrenia yang juga merupakan hal yang paling penting.

Kepatuhan dalam pengobatan atau yang disebut dengan medication adherence merupakan suatu Tindakan yang dilakukan pasien untuk mengkonsumsi obatsesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Tenaga Kesehatan seperti apoteker, dokter dan perawat ikut berkontribusi dalam meningkatkan ketaatan pasien dalam pengobatan. Sehingga diperlukan adanya komunikasi dua arah antara pasien dan tenaga Kesehatan untuk mengoptimalkan keberhasilan terapi. (Fauzi & Nishaa, 2018).

Pelayanan kefarmasian di rumah merupakan suatu pelayanan kepada pasien yang dilakukan di rumah khususnya untuk kelompok pasien lanjut usia dan pasien yang menggunakan obat dalam jangka waktu lama seperti pada pasien skizofrenia dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien atau keluarga pasien dalam penggunaan obat.

Saat ini paradigma pelayanan kefarmasian telah bergeser dari pelayanan yang berorientasi pada obat (drug oriented) menjadi pelayanan yang berorientasi pada pasien (patient oriented) yang mengacu pada azas Pharmaceutical Care.

Kegiatan pelayanan yang semula hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi bertambah menjadi pelayanan yang komprehensif berbasis pasien dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Pelayanan kefarmasian di rumah oleh apoteker diharapkan dapat memberikan pendidikan dan pemahaman tentang pengobatan dan memastikan bahwa pasien yang telah berada di rumah dapat menggunakan obat dengan benar.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa pemberian konseling pada saat kunjungan rumah oleh apoteker kepada pasien atau keluarga pasien berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan minum obat dan kualitas penderita skizofrenia.

Daftar Pustaka

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021. Pedoman Pelayanan Kefarmasian pada Pasien Gangguan Jiwa. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Pasaribu, J dan Hasibuan, R . Kepatuhan Minum Obat Mempengaruhi Relaps Pasien Skizofrenia.

Jurnal Keperawatan Jiwa,Volume 7 No 1 Hal 39 – 46, Mei 2019
Fauzi R & Nishaa K. 2018. Apoteker Hebat, Terapi Taat, Pasien Sehat. Stiletto Indie Book, Yogyakarta.