banner 728x250
Opini  

Wakil Ketua PMII Soroti Kemiskinan di Kota Tasikmalaya

banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Wakil Ketua II PC PMII Kota Tasikmalaya, Heru Muhtar

Masalah sosial yang terjadi di sekitar kita harus menjadi perhatian bersama. Salah satunya masalah yang harus jadi titik fokus adalah masalah kemiskinan. Karena kemiskinan menjadi permasalahan sosial yang masih belum bisa teratasi dengan baik. Dengan meningkatnya jumlah penduduk hari ini simultan dengan menikatnya angka kemiskinan di Kota Tasikmalaya . Walaupun Kota Tasikmalaya menyadang gelar sebagai pusat kota perekonomian, perindustrian, barang. Namun Ternyata permasalahan kemiskinan menjadi sorotan serius di Kota Tasikmalaya. Pasal masalah kemiskinan bukanlah fenomena yang baru di kota tasikmalaya karena sampai saat ini masih masuk kedalam kategori kota termiskin ke 3 di Provinsi Jawa Barat.

Bisa kita lihat fenomena pengemis yang kini kian jadi sorotan publik di kota tasikmalaya,
pengemis adalah orang yang melakukan tindakan usaha untuk mendapat belas kasihan dari orang lain dengan berbagai cara dan upaya, serta mengganggu fasilitas umum. Hal ini terjadi bukan hanya pada saat bulan puasa kali ini saja, namun hal ini terjadi setiap hari dari waktu ke waktu, berbeda halnya dengan yang di sampaikan Kepala Bidang Rehabilitas Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, yang menyampaikan adanya peningkatan di bulan puasa ini. Beliau juga mengeluhkan persoalan keterbatasan anggaran untuk menanggulangi pengemis jalanan.
Ini sangat ironi sekali, ASN di gaji bukan untuk mengeluh persoalan anggaran, mereka di gajih untuk berkerja bukan makan gajih buta, persoalan peran dan fungsi , sudah menjadi tugas poko dinas sosial menyelesaikan persoalan pengemis, gepeng dan anjal, kalau Dinas Sosial tidak mampu merehabilitasi kami rasa bisa mendorong untuk pembuatan perda yang lebih kepada penekanan secara aturan.

Sisi lain saya juga mempertanyakan peran dari Satpol PP, yang mana inipun jadi tugas pokok dari Satpol PP , untuk menyelesaikan ketertiban serta kenyamanan masyarakat kota tasikmalaya, melaksanakan razia agar memberikan efek jera terhadap mereka, supaya merasa apa yang mereka lakukan itu kurang baik. Namun tidak hanya sebatas mengamankan saja, maka Satpol PP pun harus mempersiapkan pembinaan khusus terhadap para pengemis yang kebetulan dirazia oleh Satpol PP. Jangan kemudian hanya sekedar seremonial, yang pada akhirnya di kemudian hari para pengemis kembali melakukannya di setiap persimpangan jalan. dari dulu sampai sekarang yang keluhkan yang di lolantarkan selalu persoalan tempat rehabilitas, berkutat dalam persoalan fasilitas, namun tidak ada solusi yang kongkrit untuk membangun suprastruktur yang berkualitas,

Saya pikir akan lebih efektif jika bukan hanya pengemis yang diberi sanksi namun pemberi juga harus di berikan sanksi agar meminimalisir terjadinya serah terima , karena semakin banyak yang memberi, akan semakin berdatangan kelompok mereka untuk datang ke kota tasikmalaya, Maka dari itu saya meminta PJ Wali Kota Tasikmalaya juga perhatikan hal ini, lakukan inovasi terhadap dinas terkait untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah ini. dan lakukan juga evaluasi kinerja terdahap dinas terkait serta berikan perhatikan mengenai fasilitas yang di butuhkan.(Rls)***